Bisakah Kita Menyayangi Keluarga Kita Terlebih Dahulu Sebelum Menyayangi Orang Lain

Bisakah kita menyayangi keluarga kita terlebih dahulu, sebelum menyayangi orang lain

Kadang suka mengiris hati kalau kita renungkan, ketika kita bisa menyayangi orang lain, tetapi kita tidak bisa menyayangi keluarga kita sendiri.

Menyesal  yang kita rasakan, ketika kita melihat keluarga kita kesusahan, namun kita tidak bisa berbuat apa apa.

Terkadang mereka rela mengorbankan apa saja buat orang baru yang kita sayangi, seperti kita tiba tiba jatuh cinta terhadap orang lain, apapun syaratnya pasti kita lakukan.

Malu sebenarnya di saat kita rela berbuat apapun taruhannya untuk orang lain, namun kita terlalu banyak alasan melakukannya untuk keluarga kita.

Jujur, bukankah keluarga kita yang akan tetap setia menyayangi kita dalam kondisi seburuk apapun kita, menyayangi kita tanpa syarat, mencintai kita tanpa sebab, sungguh terkadang kita rela mempertaruhkan nyawa kita demi menyayangi orang lain, tetapi kita tidak bisa melakukannya untuk keluarga kita sendiri, padahal orang lain bisa saja meninggalkan kita kapan saja semaunya.

Sungguh teriris memang, saat kita melihat kehidupan ini, apa si sebenarnya kita ini untuk siapa hidup kita ini, saat kita bisa berbuat untuk orang lain tetapi kita tidak bisa berbuat untuk keluarga kita.

Saat kita keluar rumah, saat dimana kita banyak melihat, orang orang yang sudah lanjut usianya, masih bekerja di bawah panasnya matahari, bertahan saat di sirami air hujan, kemana keluarganya? bukan kah mereka punya anak-anak yang bisa menyayangi orang lain, istrinya, atau mungkin pacarnya atau siapa saja tetapi kenapa mereka tidak bisa menyayangi keluarganya, bukan tanpa sebab mereka bisa menyayangi orang lain tapi tidak bisa menyayangi keluarganya.

Bener ya kehidupan memang terkadang sebodoh ini, saat kita kenapa-kenapa, orang pertama yang kita mintain bantuan adalah keluarga, saat kita butuh uluran tangan, keluarga lah yang setia menguluri tangannya untuk kita.

Seliciik inikah kehidupan kita, ketika kita lebih bisa menyayangi orang lain tetapi tidak bisa menyayangi keluarga kita.

Saya yakin  setiap orang tua yang kamu lihat masih kuat, masih sehat buat bekerja hanya demi tidak menyusahkan kita, mereka punya harapan besar, sama kita bukan dia malu untuk meminta di sayangi, tetapi dia tau balasan terbaik adalah ketulusan, seperti tulus ya dia menyayangi mencintai membesarkan kita tanpa alasan diwaktu kita masih kecil dulu.

Sungguh beruntungnya kita, ketika kita bisa menyayangi keluarga kita dahulu sebelum menyayangi orang lain.


Akan banyak waktu menyayangi orang lain tetapi lihatlah sedikit waktu lagi kamu bisa saja akan kehilangan orang tua kamu

Sayangilah kelurga mu seperti kamu menyayangi kekasihmu.

Sungguh orang tua tidak akan mau meminta karena dia percaya ketulusannya akan kelak di balaskan oleh anak-anaknya, sampe tuhan memanggil dia pulang.





0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama