Sahabat kamu menjauh secara tiba-tiba, ini yang sebaiknya kamu lakukan

Menghilangnya seorang sahabat terkadang terasa lebih menyakitkan daripada kehilangan pacar, lho!

Sahabat kamu menjauh secara tiba-tiba, ini yang sebaiknya kamu lakukan


Apakah kamu setuju dengan pendapat di atas? Well, tidak berlebihan kok jika kamu setuju dengan hal tersebut. Apalagi, jika tali persahabatan yang dijalin sudah berlangsung lama. Memiliki sahabat dekat memang menyenangkan. Selain selalu hadir di setiap senang dan susah, hidup pun jadi lebih bahagia karena kamu bisa melakukan hal 'gila' apapun dengannya. Namun, bagaimana jika tiba-tiba sahabat mulai menjauh? Alih-alih bingung atau bahkan marah dengan sikapnya, coba deh hadapi persoalan ini secara bijak dengan cara berikut!

1. Mencari Tahu


Sebelum mengambil langkah apapun, sebaiknya perhatikan dulu situasi yang sebenarnya sedang kamu hadapi saat ini. Apakah benar sahabat menjauh karena sebal dengan kamu atau ia kebetulan tengah disibukkan dengan kerjaan di kerjaannya ? Alih-alih berpikiran buruk, cobalah untuk tetap positive thinking! Bisa jadi, sahabat kamu sebenarnya sedang melakukan social media detox. Selain itu, mungkin saja kan dia tidak menghubungi kamu karena handphone-nya sedang bermasalah?

Nah, jika kamu sudah coba mencari tahu dan mengontaknya melalui berbagai media lain namun hasilnya tetap nihil, maka tak ada salahnya untuk bertanya pada keluarga terdekatnya. Siapa tahu, mereka dapat memberi kabar tentang keberadaan sahabat yang selama ini kamu cari.

2. Pastikan apakah ia hanya menjauhi kamu


Jika ternyata sahabat hanya memutus komunikasi dengan kamu, maka besar kemungkinan alasan ia melakukan ghosting adalah karena sesuatu yang telah kamu perbuat. Namun, apabila kamu tahu kalau ternyata sahabat juga memutus kontak dengan teman-teman yang lainnya, tak menutup kemungkinan kalau dia sedang melewati situasi sulit, sehingga lebih memutuskan untuk menjauh. Jika sudah demikian, biarkan saja dia menyendiri, deh! Mungkin, dia memang butuh waktu untuk menyelesaikan apa yang sedang dihadapi.

3. Persiapkan diri


Situasi manapun yang kamu hadapi (ia hanya menjauhi kamu atau ia menjauhi semua temannya), kamu tetap perlu mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Pasalnya, bukan tak mungkin setelah menjauh, teman kamu tak akan pernah kembali lagi dan hanya menjadi orang asing.

Iya, kamu memang perlu untuk memikirkan kemungkinan kesalahan apa yang kamu perbuat hingga ia menjauh, namun di lain sisi, hindari 'menyiksa diri' dengan menyalahkan diri kamu dengan mencari kesalahan terus menerus. Jika kamu sudah mengetahui apa penyebab sahabat menjauh atau ingin menanyakan apa alasan ia menjauh, persiapkan diri juga untuk menghadapi konfrontasi yang mungkin akan terjadi.

4. Tanyakan langsung


Saat sahabat menjauh secara tiba-tiba, kamu mungkin akan merasa bingung, kesal, dan juga sedih. Namun, hindari menegurnya dengan cara yang kasar. Jika kamu memutuskan untuk langsung mengkonfrontasinya dalam keadaan emosional, tentu hasilnya tidak akan kondusif. Yang ada, bisa malah membuat teman kamu jadi semakin menjauh. Oleh karena itu, pikirkan baik-baik apa yang ingin kamu katakan pada sahabat. Selain itu, usahakan untuk mencari waktu bicara empat mata demi menghindari kesalahpahaman yang dapat terjadi jika kamu berkomunikasi melalui chat.

Jika teman yang menjauh sama sekali tidak membalas saat dihubungi namun kamu tetap berharap ia akan kembali menjadi teman dekat, Psikolog Andrea Bonior menyarankan agar kamu mengirimkan pesan yang kurang lebih berbunyi, "I know I don't hear much from you lately. I hope it is not due to something I did; I trust that you will tell me if so. If you are just going in a different direction these days, and though I miss you, I understand and wish you the best."

"Saya tahu saya tidak mendengar banyak dari Anda belakangan ini. Saya harap itu bukan karena sesuatu yang saya lakukan; Saya percaya bahwa Anda akan memberi tahu saya jika demikian. Jika Anda hanya pergi ke arah yang berbeda hari ini, dan meskipun saya merindukan Anda, saya mengerti dan berharap yang terbaik untuk Anda."


5. Terima dan move on


Well, sebagaimana jika kamu kehilangan seorang pacar, apabila ternyata sahabat memutuskan untuk benar-benar menjauh, langkah terakhir yang bisa kamu lakukan adalah menerimanya dan mencoba untuk move on. Mungkin, sebelum benar-benar bisa menerimanya kamu akan melewati fase bersedih terlebih dahulu. Itu pun wajar, kok! Namun, pada akhirnya memang tidak semua hubungan pasti akan berakhir dengan baik, kan? Alih-alih terus bersedih, cobalah untuk menyibukkan diri dengan kegiatan yang positif saja, ya!

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama