Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Niat Puasa Sya'ban Beserta Arti, Manfaat, dan Keutamaannya

Niat Puasa Sya'ban Beserta Arti, Manfaat, dan Keutamaannya

Postinspirasi.com - Salah satu jadwal ibadah sunah 2020 adalah Puasa Sya'ban yang memiliki banyak keutamaan. Mereka yang melakukan Puasa Sya'ban mendapat pahala, namun yang tak menjalankannya tidak berdosa.

Bagi yang ingin berpuasa, berikut niat Puasa Sya'ban:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Sya'bana lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Sya'ban esok hari karena Allah SWT."

Terkait soal durasi Puasa Sya'ban, dalam hadits dikatakan, Nabi Muhammad SAW tidak pernah terlihat melakukan puasa selama satu bulan selain di bulan suci Ramadhan. Namun Rasulullah tak melakukan puasa sunah sebanyak di bulan Sya'ban.

عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Artinya: Seperti dinarasikan Aisyah, "Rasulullah SAW sempat puasa beberapa hari hingga kami berpikir dia akan terus melakukannya. Kemudian, Rasulullah SAW tidak puasa selama beberapa hari dan kami mengira dia tidak akan puasa lagi. Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyelesaikan puasa hingga satu bulan kecuali saat Ramadhan, dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa sebanyak di bulan Sya'ban." (HR Abu Daud).

Dengan ketentuan ini para muslim diharapkan tidak kesulitan melakukan Puasa Sya'ban. Apalagi bila mengingat keutamaan dan manfaat Puasa Sya'ban. Berikut penjelasannya,

Baca juga:
Peristiwa penting dan amalan yang bisa di lakukan di bulan sya'ban

1. Bulan saat diangkatnya amalan baik
Sya'ban yang berada di antara Rajab dan Ramadhan sebetulnya adalah bulan yang istimewa. Sayang kebanyakan muslim terlanjur fokus pada puasa Ramadhan yang tinggal sebulan lagi.

قَالَ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ ‏.‏ قَالَ ‏ "‏ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ ‏"

Artinya: Usamah bin Zaid berkata. "Ya Rasulullah SAW, aku tidak pernah melihatmu berpuasa sebanyak di bulan Sya'ban." Rasulullah SAW berkata, "Ini adalah bulan yang tidak banyak diperhatikan orang-orang antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan saat berbagai amalan diangkat kepada Allah SWT. Aku suka amalanku diangkat saat sedang berpuasa." (HR Imam An-Nasa'i).

Hadits ini berderajat hasan dan menjadi pengingat pentingnya Puasa Sya'ban bagi para muslim.

Baca juga :
Berapa lama puasa sya'ban di jalankan?

2. Pemanasan menjelang Ramadhan
Datangnya Sya'ban menjadi pengingat Ramadhan yang sudah makin dekat. Puasa Sya'ban bisa menjadi ajang pemanasan supaya tubuh tidak 'kaget' saat harus puasa satu bulan. Manfaat lainnya adalah mengingatkan yang masih punya kewajiban beribadah supaya cepat diselesaikan.

الَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ تَقُولُ كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ‏.‏ قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنَ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

Artinya: Aisyah mengatakan, "Kadang aku melewatkan beberapa hari selama Ramadhan, tapi tidak bisa menggantinya kecuali di bulan Sya'ban. Yahya perawi lain mengatakan, "Dia dulu harus melayani kebutuhan Rasulullah SAW." (HR Bukhari).

Baca juga :
Saudi bantu pulangkan jamaah umroh overstay

3. Berharap ridho Allah SWT
Dalam haditsnya, Rasulullah SAW menjelaskan Allah SWT tidak segan memberi ridho hambaNya yang selalu beribadah dan melakukan amal baik. Apalagi jika ibadah tersebut dilakukan rutin.

أَنَّ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ حَدَّثَتْهُ قَالَتْ، لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، وَكَانَ يَقُولُ ‏ "‏ خُذُوا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا، وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَا دُووِمَ عَلَيْهِ، وَإِنْ قَلَّتْ ‏"‏ وَكَانَ إِذَا صَلَّى صَلاَةً دَاوَمَ عَلَيْهَا

Artinya: Seperti diceritakan Aisha, Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sebanyak di bulan Sya'ban. Rasulullah SAW biasa berkata, "Lakukan amal yang mudah dilaksanakan, karena Allah SWT tidak pernah lelah memberikan balasan hingga kamu capek dan bosan beribadah." Ibadah yang paling dicintai Rasulullah SAW adalah yang dilakukan rutin sepanjang hidup meski sedikit. Tiap kali Rasulullah SAW beribadah dia melakukannya dengan rutin.

Terkait pandemi virus corona saat ini, Puasa Sya'ban bisa menjadi sarana lebih dekat pada Allah SWT sambil tetap tinggal di rumah. Semakin dekat pada Allah SWT maka ridho, kekuatan, dan perlindungan bisa diperoleh dengan mudah. Tentunya ibadah harus dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi tiap muslim

Posting Komentar untuk "Niat Puasa Sya'ban Beserta Arti, Manfaat, dan Keutamaannya"